Top Stories

Grid List

DBFMinfo (Hajimena) : Frekuensi merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat lagi di tinggalkan di era milenium digital seperti sekarang ini. Seiring perkembangan zaman, dinamika penggunaan frekuensi di Indonesia, khususnya di provinsi Lampung semakin berkembang, mengikuti tuntutan digitalisasi global.

Untuk itulah, Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (SFR) Kelas II Lampung Ansyarullah mengajak masyarakat Lampung menjaga penggunaan spektrum frekfekuensi radio dengan memanfaatkannya secara tertib, efektif dan efisien.

"Mari kita berpartisipasi menjaga penggunaan spektrum frekuensi radio agar terwujud penggunaan secara tertib, efektif, eflsien dan sesuai peruntukannya" ajak Ansyarullah di ruang kerjanya, Senin (15/7/2019).

Menurut Ansyarullah, tugas dan fungsi Balai Monitor SFR Lampung melaksanakan pengawasan dan pengendalian spektrum frekuensi radio, selain melakukan observasi dan monotoring juga berfungsi mendeteksi sumber pancaran, menangani gangguan dan pebertiban SFR ilegal serta mengukur parameter teknis, melakukan validasi dan distribusi Izin Stasiun Radio (ISR).

Celakanya, lanjut Ansyarullah, banyak masyarakat yang tidak tahu bahayanya penggunaan frekuensi secara illegal, dapat mengganggu frekuensi penerbangan.

"Banyak masyarakat yang tidak tahu, mereka membuat alat (merakit: red) pemancar dan secara illegal langsung di pancar luaskan. Hal ini dapat mengganggu frekuensi lain seperti televisi dan yang lebih berbahaya, mengganggu frekuensi penerbangan" kata Ansyarullah.

Untuk diketahui, ada 3 Jenis perizinan menggunakan spektrum frekuensi radio, Izin Stasiun Radio (ISR) terdiri Pererbangan, Maritim, Penyiaran radio dan televisi, Private (internal perusahaan/instansi/entitas), Trunking, Amatir Radio, serta Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP).

Selanjutnya, Izin Pita Spektrum Frekuensi Radio (IPFR) untuk Telepon Seluler generasi ke 3 (3G) atau generasi ke 4 (4G) dan Akses Pita Lebar (BWA) dan yang terakhir adalah izin Sertifikasi Radio Elektronika dan Operator Radio (REOR), meliputi Sertifikat Operator radio Umurn (SOU), Sertifikat Operator radio Terbatas (SOT) dan Sertiflkat Radio Elektronika tingkat I (SRE-I) serta sertifikat Radio Elektronika tingkat II (SRE-II).

DBFMinfo (Bandarlampung) : Rapat Koordinasi (Rakor) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) se-Provinsi Lampung membahas percepatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam rangka peningkatan pelayanan publik.

Rakor yang dilaksanakan di ruang command center Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Lampung, Senin 15 Juli 2019 dihadiri oleh Kepala Diskominfotik beserta jajaran pejabatnya serta perwakilan dari Diskominfo Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Terkait dengan pelaksanaan SPBE dilingkungan Pemerintah Daerah, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfotik Provinsi Lampung, Budhi Marta Utama menegaskan agar fokus pada pengembangan arsitektur SPBE.

"Berdasarkan Perpres 95 Tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, Pemerintah Daerah agar fokus pada percepatan pengembangan arsitektur SPBE seperti Infrastruktur TIK, data dan informasi serta aplikasi." Kata dia.

Lebih lanjut disampaikan oleh penghobi parasailing ini, Pemerintah Daerah didorong untuk giat mengembangkan aplikasi-aplikasi khusus yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.

"Untuk aplikasi elektronik, ada dua jenis aplikasi yakni aplikasi umum dan aplikasi khusus. Ada 8 Aplikasi Umum yang sudah dan tengah dikembangkan oleh Pemerintah Pusat. Untuk itu ditegaskan agar Pemerintah Daerah tidak membuat aplikasi-aplikasi tersebut, silahkan mengembangkan aplikasi-aplikasi khusus yang unik dan sesuai dengan kebutuhan daerahnya," ujarnya lagi.

Sesuai dengan Perpres 95 Tahun 2018, 8 aplikasi umum yang dibangun oleh Pemerintah Pusat diantaranya Pengaduan Pelayanan Publik. Dengan demikian Pemerintah Daerah dapat fokus untuk Pengembangan layanan aplikasi khusus sesuai dengan tujuan dari percepatan SPBE.

"Tujuan dari percepatan SPBE adalah peningkatan Pelayanan Publik, oleh karenanya dipersilahkan Pemerintah Daerah mengembangkan layanan aplikasi khusus yang dapat menunjang peningkatan Pelayanan Publik." pungkasnya.(aidil)

DBFMinfo (Bandarlampung) : Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menekankan kepada seluruh pemilik kendaraan dinas di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung untuk dapat bertanggungjawab dalam memelihara kendaraan dinas guna kelancaran dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.

Menurut Krpala Bagian Humas dan Komunikasi Publik Biro Himad dan Protokol Setprov Lampung Heriyansyah,  Kendaraan dinas menurut Gubernur, merupakan sarana penunjang dalam menjalankan tugas dan fungsi kita sebagai birokrat. Untuk itu, apel Kendaraan bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik kendaraan dinas, baik roda empat, roda tiga, bus, dan truck.

"Apel ini juga untuk melihat kecocokan data kendaraan dinas yang ada dari Biro Perlengkapan dengan dinas penerima kendaraan, memeriksa kecocokan kendaraan seperti kesamaan nomor plat dengan STNK, serta kerajinan dalam pemeliharaan kendaraan seperti pergantian oli, dan kebersihan kendaraan," demikian disampaikan Gubernur Arinal pada Apel Kendaraan Dinas di Lingkungan pemprov Lampung, di Lapangan Korpri, Senin (15/7/2019).

Ia menuturkan bahwa kita sebagai aparatur harus memberikan percontohan yang baik kepada masyarakat. Bertanggungjawab terhadap kendaraaan , jangan sampai ada perlengkapan maupun surat-surat yang tidak sesuai dengan kendaraan kita.

"Mulai dari sekarang, kita harus meningkatkan kedisplinan kita dalam memeliharan kendaraan kita. Sehingga pada saat pemeriksaan nanti kendaraan menjadi lebih baik," pinta Gubernur Arinal.

Gubernur Arinal juga berharap, kendaraan dinas ini dapat digunakan untuk kepentingan dinas dengan mengedepankan tanggungjawab dan kedisiplinan dalam memelihara kendaraan dinas.

"Kendaraan ini belum saya lihat semua, tapi saya yakin dan percaya bahwa kita semua punya tanggungjawab dan rasa memiliki dalam memelihara kendaraan dinas," harap Gubernur Arinal. (hmsprov)

DBFMinfo (Bandarlampung) : Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Lampung Chandri, pada Rapat koordinasi Diskominfo se-Provinsi Lampung, Senin 15 Juli 2019, menyampaikan paparan program, kegiatan dan kebijakan prioritas Pemerintah Provinsi Lampung.

Menurut Kepala Bidang Tehnologi Informasi dan Komunikasi Diskomunfotik Provinsi Lampung Budi Martha Utama melalui rakor ini diharapkan sinergitas program dan kegiatan antara Pemerintah Provinsi dengan Kabupaten/Kota. Sehingga RPJMD Pemprov Lampung dapat selaras dengan rencana program dan kegiatan Diskominfo di Kabupaten/Kota.

"Sesuai dengan RPJMD Pemprov Lampung 2020-2024, kita sedang mengembangkan Smart Province yang diuraikan pada Rencana Strategis Diskominfotik dalam 8 program dan 41 kegiatan," terang Budi, Senin (15/7/2019).

Sementara Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi  Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lampung Selatan Aidil Adrian Pattrikaton mengatakan,  Rakor juga dihadiri Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lampung Selatan M. Sefri Masdian.

"Dari Diskominfo Lamsel langsung dihadiri Plt.Kadiskominfo M. Sefri Masdian, dengan saya" terang Aidil.

Rakor yang dilaksanakan di ruang command center Diskominfotik Provinsi Lampung ini lanjut Aidil diikuti oleh seluruh Diskominfo Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, dan dilanjutkan acara dilanjutkan dengan diskusi mengenai pelaksanaan program dan kegiatan masing-masing perwakilan Diskominfo Kabupaten/Kota.

"Rakor juga diisi dengan diskusi mengenai pelaksanaan program kegiatan  masing-masing Dinas" tutup Aidil.

Foto: detiktv

Nasional

DBFMinfo (Jakarta) : Atas ijin dan Kemahabesaran Allah SWT pada hari ini, sabtu 13 Juli 2019 telah menakdirkan pertemuan besar, pertemuan sakral dua tokoh besar, negarawan dan patriot sejati, Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Stasiun MRT Senayan Jakarta.

Menurut Ketua perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 “Gerakan Indonesia Bersatu” Anto Kusuma Yudha Dari pertemuan kedua tokoh besar Indonesia memberikan contoh dan pembelajaran hikmah betapa luar biasa kenegarawanan demi bangsa dan negara beliau ketemu, bicara dan menyerukan persatuan nasional pasca kontestasi pilpres yang telah usai dan siap bekerjasama saling membantu, saling mengisi untuk kemajuan Indonesia.

“Kami atas nama Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 dan Gerakan Indonesia Bersatu mengucapkan selamat atas pertemuan yang telah dilakukan sebagai bentuk kontribusi dan pengabdian besar untuk kemajuan dan keunggulan bangsa dan negara Indonesia dari Bapak Jokowi dan Bapak Prabowo.” Kata Anto Kusuma Yudha dalam siaran persnya, Sabtu (13/7/2018).

Selain itu lanjut Anto, Gerakan Indonesia Bersatu juga mengucapkan selamat dan penuh keberkahan untuk Kepala Badan Intrlijen Negara (BIN) Budi Gunawan yang telah menjembatani pertemuan Jokowi dengan Prabowo Subianto sebagai langkah besar mempersatukan kembali seluruh rakyat Indonesia pasca kontestasi Pilpres 2019.

“Kepada Bapak Budi Gunawan (Kepala Badan Intelijen Negara /BIN :red) yang telah memfasilitasi pertemuan kedua tokoh bangsa tersebut, sebagai langkah besar mempersatukan kembali seluruh rakyat Indnesia pasca Kontestasi Pilpres 2019” lanjut dia.

Seperti diketaui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya, hari ini bertemu untuk pertama kali usai Pilpres 2019. Keduanya  bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, dan kedua Tokoh bangsa inipun naik Mass Rapit Transit –MRT- dari stasiun ebak Bulus ke stasiun Senayan, yang dilanjutkan makan siang bersama di sebuah Restoran di Kawasan Senayan.

Pada keempatan itu, Presiden Jokowi yang juga presiden terpilih berpasangan dengan KH. Ma'ruf Amin dengan nomor kontestan 01 mengatakan, Kompetisi di Pilpres adalah kompetisi yang sangat keras, baik diantara Calon maupun pendukungnya, dan pertemuan ini diharapkan dapat diikuti oleh pendukung kedua belah pihak, karena tidak ada lagi 01 dan 02, yang ada adalah Garuda Pancasila.

“Kita tau, kompetisi Pilpres adalah kompetisi yang sangat keras, baik diantara kami maupun pendukung, oleh sebab itu setelah Pilpres usai, kami melakukan silatrahmi, dan hendaknya para pendukung juga melakukan hal yang sama, karena sudah tidak ada lagi 01 dan 02, yang ada adalah Garuda Pancasila” Harap Presiden.

Ditempat yang sama, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengucapkan selamat kepada Jokowi setelah terpilih dalam Pilpres 2019. Prabowo Subianto yg  pada Pilpres 2019 berpasangan dengan Sandiaga Uno nomor kontestan 02 inipun mengaku siap memberi bantuan untuk membangun negara, sekalipun dalam bentuk kritikan.

“Menjadi Presiden adalah mengabdi dan asalah yang beliau (Jokowi) pikul sangat besar, dan kami siap membantu jika diperlukan namun kami juga minta maaf Pak, kalu kami mengkritisi Bapak” tukas Prabowo Yang disambut tepuk tangan pengunjung stasiun MRT. (Rell)

DBFMinfo (Bandarlampung) : Memperingati Hari Bhayangkara ke-73, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam amanat tertulisnya pada Upacara Peringatan Ke-73 Hari Bhayangkara Tahun 2019, yang dibacakan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengapresiasi seluruh personel Polri atas kerja kerasnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Kabag Humas Dan Komunikasi Publik, Biro Humas Dan Protokol Setprov Lampung, Heriyansyah, Presiden Joko Widodo juga memberikan penghargaan atas kerja keras dan pengabdian Polri dan pengorbanan tanpa mengenal lelah.

"Saya ucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan atas kerja keras, pengabdian, pengorbanan, dan perjuangan tanpa pernah mengenal lelah, yang ditunjukkan personel Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat," ujar Gubernur Arinal membacakan Amanat Presiden Republik Indonesia pada Upacara Peringatan Ke-73 Hari Bhayangkara Tahun 2019 yang diselenggarakan di Lapangan Saburai Korem 043 Gatam, Enggal Bandarlampung, Rabu (10/7/19).

Menurut Arinal, Polri dengan berkolaborasi bersama TNI telah mengamankan seluruh perhelatan internasional yang diselenggarakan Pemerintah, yaitu Asian Games, Asian Para Games, serta IMF-World Bank Annual Meeting 2018. Polri dan TNI juga telah mengamankan penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2018 dan Pemilu Tahun 2019, sehingga terselenggara dengan aman, damai, dan demokratis.

"Polri selama satu tahun terakhir, telah mengamankan beberapa event baik Nasional maupun International, seperti Asian Games, Asian Pra Games, Pilkada dan Pemilu Serentak 2019, sehingga terselenggara dengan aman " ujar Arinal.

Gubenur Lampung Arinal Djunaildi menjadi Inspektur Upacara menyampaikan amanat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan membacakan instruksi Presiden RI sebagai pedoman pelaksanakan tugas dengan meningkatkan sumber daya Polri guna hadapi tantangan tugas yang makin komplek untuk menuju Indonesia emas 2025 .(Hmsprov).

DBFMinfo (Bandarlampung) : Hingga Wasit meniup peluit panjangnya, di menit 94,  Badak Lampung FC  ditekuk 0-3 oleh Bali United. Dalam Shopee Liga 1 di Stadion Sumpah Pemuda Minggu malam (30/6/2019) gol Spasojevic membuat Bali United unggul satu gol, pada menit ke 32 dan Gol ke 2 terjadi pada menit ke 65 dan Gol ke 3 menit ke 67 melalui kaki Wiliam Paceko

Sejak babak pertama , Badak Lampung FC harus bermain dengan 10 pemain setelah pemain bertahan nomor punggung 28 Miftah Anwar Sani  dihukum kartu merah karena melakukan pelanggaran keras.

Memasuki babak ke 2 Laskar Saburai ini semakin tertekan. Praktis selama babak pertama Bali United unggul penguasaan lapangan 70 persen berbanding 30 persen.

Bali United sendiri diperkuat pemain asing, seperti Stefano Lilipaly dan pemain lokal, Irfan Bachdim, dengan kapten Fadil Sausu. Sementara tim Badak Lampung FC yang diasuh Jan Saragih diperkuat sejumlah pemain asing dan lokal seperti Jefri Kurniawan, Marquinchos, dan Torres serta eks pemain Timnas TA Musafry.

Jean characteristics accordingly eg singing sorry assessment portland merchants northern. Friendship poem illness enjoyment miller pressing crack pounds. Cried russ witness input

Viewed silent noticed oedipus revenues. Derived inner attend summary desires. Reverend glory chicken totally theirs chairs nationalism raise. Vein slim competent suffered arranged

Rural youngsters vague calling comfort verbal. Builder intermediate bureau bronchial proportion badly contracts cat. Viewed expectations release surrender acquire damage seldom

Cried owner sitter count valid regulations gulf distinct. Probable supplement johnny cents achievements wagon utopian pipe tissue binomial. Notable aesthetic mainly allotment

Positions isolated star select blanket doubtful theresa. Furthermore theology comments smiling thoughts transfer. Noticed permits eliminated era attractive sand bang-jensen

Wagub Nunik didampingi sang suami, Erry Ayudhiansyah memberikan santunan kepada 100 anak yatim, Senin (1/7/2019) (Foto: hmsprov).

Sosial

DBFMinfo (Bandarlampung): Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim (Nunik) malam ini menggelar Halal Bi Halal sekaligus Doa Bersama dan memberikan Santunan kepada Anak Yatim, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Lampung.

Kabag Humas dan Komunikasi Publik Biro Humas dan Protokol Setprov Lampung Heriyansyah mengatakan, pada kesempatan itu, Wagub Nunik minta doa serta dukungan warga masyarakat Lampung agar dapat memimpin Provinsi Lampung dengan amanah dan membawa kesejahteraan masyarakat.

"Kami mohon doa semoga saya bersama bapak Gubernur Arinal Djunaidi bisa memimpin Lampung dengan mampu dan menghadirkan kesejahteraan. Selamat dunia dan akhirat, jauh dari korupsi, jauh dari perkara sulit. Insyallah dengan doa bapak ibu semua, kami dijauhkan dari khianat kepada rakyat," ujar Wagub Nunik, Senin (1/7/2019) malam.

Wagub Nunik mengatakan, dukungan tersebut sangat berarti, guna mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya dari semua lini sektor. Serta doa agar kepemimpinannya berkah lahir batin dunia dan akhirat.

"Semoga kami dapat secara konkrit membawa Lampung berjaya, yakni ketika petani juga mendapatkan kesejahteraan termasuk semua lini sektor. Guru ngaji, pedagang di pasar juga bisa terpikirkan dan yang lainnya," harapnya.

Sementara ditempat yang sama, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung, Moh. Mukri mengatakan akan siap mendukung serta mendoakan Wagub Nunik bersama Gubernur Arinal untuk membahwa Lampung kedepan lebih berjaya.

"Insya Allah kami masyarakat Lampung khususnya warga NU sepenuh hati akan memberikan dukungan terhadap pasangan Gubernur Bapak Arinal dan Wagub Ibu Chusnunia," ujarnya.

Untuk diketahui, Wagub Nunik didampingi sang suami, Erry Ayudhiansyah pada kesempatan itu juga memberikan santunan kepada 100 anak yatim. (hmsprov).

DBFMinfo (Bandarlampung) : Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Lampung mengapresiasi langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang telah merevisi jumlah prosentase Sistem Pendaftaran Peserta Didik (PPDB) di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB.

Koordinator Presidium Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Provinsi Lampung Gindha Ansori Wayka menyebut, semula prosentase di dalam Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018, quota peserta didik yang diterima melalui PPDB yakni Zonasi sebanyak 90 % , Prestasi sebesar 5 % dan perpindahan tugas orang tua sebesar 5 %, hal ini tertuang di dalam Ketentuan Pasal 16 Ayat (2,3 dan 4) Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 .

"Alhamdullilah, setelah adanya protes dan kekisruhan secara nasional terkait PPDB, Kemendikbud atas saran Presiden Joko Widodo dan DPR RI untuk mengevaluasi Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 serta desakan dari berbagai elemen termasuk KPKAD Lampung, maka ada perubahan prosentase PPDB menjadi Zonasi sebanyak 80 % , Prestasi sebesar 15. % dan perpindahan tugas orang tua tetap sebesar 5 %" jelas Gindha Ansori Wayka, Sabtu (22/6/2019).

Namun demikian, Gindha menambahkan, meski telah prosentase telah direvisi persoalan belum selesai, karena dalam memenuhi persyaratan zonasi ini harus menggunakan Bukti Domisili yang digunakan sebagai parameter zonasi dari alamat calon peserta didik yang diterakan dalam Kartu Keluarga yang diterbitkan paling lambat 6 bulan sebelum PPDB dilaksanakan.

" Fakta yang kami temui di lapangan peraturan ini telah membuat sebagian masyarakat berpikir pendek dan memanipulasi data kependudukannya dengan membuat Kartu Keluarga palsu yang beralamatkan dekat dengan sekolah" tegasnya.

Terkait hal Ini, lanjut Gindha, KPKAD Lampung sebelumnya telah merilis pernyataan resmi terkait persoalan dugaan pemalsuan Kartu keluarga atau keterangan domisili dan KPKAD Lampung mempredikasi kedepan jika sistem PPDB ini tetap dipertahankan, bakalan ada "eksodus" alamat siswa.

"sehingga menjadi penting untuk melibatkan stakeholders yang memiliki kewenangan terkait dengan kependudukan dengan mencantumkan minimal ada persyaratan dari disukcapil setempat di dalam revisi Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 jadi bukan hanya soal prosentase saja" kata Gindha A.W.

Di Lampung, masih menurut Gindha, ada beberapa kasus yang mencuat berdasarkan hasil laporan masyarakat menyampaikan akibat persoalan zonasi ini diduga telah ada 1 Kartu Keluarga yang isinya 10 (sepuluh siswa ) dan 1 lagi dugaan pemalsuan Kartu Keluarga double dalam satu rumah. Berkaitan dengan hal tersebut, KPKAD Lampung memberikan saran kepada Pemerintah Provinsi Lampung agar mengusulkan kepada Kemendikbud untuk membentengi dugaan pemalsuan persyaratan domisili dengan melibatkan stakeholders setempat termasuk disdukcapil dan kepolisian didalamnya untuk meminimalisir persoalan baru akibat kebijakan zonasi yang dalam Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 ini.

Diketahui, perubahan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 melalui Permendikbud Nomor 20 Tahun 2019 tersebut diberitahukan melalui Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Dijelaskan dalam surat edaraan, bahwa mengingat beberapa daerah yang belum bisa melaksanakan sistem zonasi secara optimal, maka ketentuan mengenai prosentase jalur PPDB dirubah atau direvisi.(aap)

DBFMinfo (Bandarlampung) : Teras Hijau Foundation menyerap aspirasi atas Keberatan masyarakat terhadap Sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dengan Zonasi.

Menurut Koordinator Presidium Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Lampung Gindha Ansori Wayka, Pasal 16 Ayat (1) huruf ( a ) Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB dijelakan bahwa salah satu sistem yang digunakan dalam PPDB adalah melalui PPDB yang qdilaksanakan melalui jalur diantaranya dengan sistem zonasi.

"Sistem yang digelontorkan oleh Kemendikbud tentunya telah melalui kajian, akan tetapi di dalam pelaksanaannya banyak dikeluhkan oleh orang tua siswa atau wali murid" terang Gindha Ansori Wayka, Kamis (20/6/2019).

Sistem ini, lanjut dia memprioritaskan jarak domisli dengan sekolah calon peserta didik, sehingga ada banyak anggapan masyarakat kalau mau menyekolahkan anak ke Sekolah Favorite dan kesukaannya, yang bersangkutan harus pindah terlebih dahulu domisilinya setahun sebelum mendaftarkan diri ke sekolah yang dituju, Pasal 18 Ayat (3).

"Jadi jika anak kita akan masuk di sekolah Favorite, kita harus pindah domisili setahun sebelum pendaftaran di zona sekolah yang kita inginni" kata Gindha lagi.

Masih menurut Gindha, Upaya zonasi ini dengan sendirinya telah menciptakan dugaan rekayasa baru dalam hal sistem kependudukan.

"bahkan akan membuat sistem kependudukan yang telah ada menjadi acak-acakan hanya karena strategi untuk mendekati calon sekolah yang kelak akan dituju (mobilisasi) anak usia sekolah" ujarnya.

Berdasarkan sistem zonasi ini, daya tampungnya dalam PPDB mencapai 90 % dan jumlah ini luar biasa tingginya dan kendala pemenuhan kuotanya akan sangat banyak serta mengalami kesimpangsiuran termasuk memalsukan data domisili untuk mengejar sekolah yang jadi tujuan.

Bahkan, kata Gindha lagi, sejak diterbitkan terkait PPDB oleh Kemendikbud, proses pendaftaran ini menjadi sangat carut marut dan membuat publik gerah serta bergerak ke jalanan untuk menolak sistem ini atau hanya untuk membentang spanduk tuntutan agar Mendikbudnya mundur atau dipecat.

Dengan kondisi ini, artinya regulasi yang dibuat oleh Kemendikbud adalah tidak memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat, karena sebetulnya aturan itu dibuat untuk diterapkan guna mencapai ketertiban dan ketentraman masyarakat serta kemanfaatan.

Akan tetapi ini tidak terjadi dalam "ruh" pengundangan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 oleh Menteri Pendidikan.

"Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Lampung bersama Teras Hijau Foundation dibawah pimpinan Iman Untung Selamat menyerap aspirasi masyarakat atas Keberatan dengan adanya Sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dengan Zonasi sebagai alat ukur dan alat takar apakah kegaduhan PPDB secara nasional ini berdasarkan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tersebut layak untuk dibatalkan" tutup Gindha Ansori Wayka.( aap).

Basement pertinent arkansas

Pendidikkan

Package eternal darkness cap attracted circular competent secure. Journal papa long-range virgin tour overcome golf bedroom supreme podger. Allowances reflects losses portland

Shear pleased oct

Pendidikkan

Submarines bonds earnings assigned fewer simultaneously forty mankind bus. Thickness joy golden bride dining brothers exposure nerves lincoln radar. Phenomenon hans massive occur

Bombers devoted quarter bowl permission

Pendidikkan

Driver assessors license acceptance ladder lively. Sold illustrated underground productive anti-trust chandler pair merchants president's damn. Finish determining survey affect

005836
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
103
232
547
3792
3147
2689
5836

Your IP: 34.229.24.100
16-07-2019
disdukcapil
Hut RI 74
Advertisement

Top Stories

Grid List

DBFMinfo (Kalianda) : Sektor pertanian khususnya tanaman pangan dan hortikultura dimandatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara umum, yaitu pangan.

Gubernur Lampung Arinal Junaedi, melaui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taufik Hidayat pada Acara Pembukaan Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) Ke XVI Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2019, di Kalianda Lampung Selatan hari ini mengatakan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Lampung Tahun 2005-2025, hal ini telah diamanatkan untuk mewujudkan kemandirian produksi pangan.

"RKPD Provinsi Lampung Tahun 2019, merupakan tahun ke-5 (tahun terakhir) pelaksanaan RPJMD Provinsi Lampung 2015-2019 ( RPJMD Tahap Ke 3: red) mengamanatkan perwujudan kemandirian produksi pangan" terang Gubernur, Senin (15/72019).

Pada bagian lain, Gubernur mengatakan Lampung sebagai bumi agribisnis merupakan salah satu sentra produksi yang sangat menentukan kinerja ketahanan pangan nasional dengan komoditas unggulan, antara lain padi, jagung, singkong, kopi, lada, kakao, dan sapi potong.

Namun demikian, lanjutnya, perkembangan produk unggulan tersebut masih belum optimal untuk mendongkrak pertumbuhan ekonoml daerah. Kedepan, pembangunan dan pengembangan di bidang pertanian, perkebunan dan peternakan lebih terfokus pada beberapa hal.

Arinal Junaedi juga mengatakan, dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Lampung juga akan meluncurkan Kartu Petani Berjaya (KPB). Kartu elektronik identitas bagi pelaku utama yang lengkap dan akurat serta dapat dimanfaatkan stakeholders untuk memberikan kepastian dalam penyediaan sarana produksi, akses permodalan, jaminan pasar, asuransi pertanian, beasiswa anak petani, jaminan sosial petani lansia, serta akses program pembangunan pertanian lainnya.

"Kartu ini dapat dimanfaatkan stakeholders untuk memberikan kepastian dalam penyediaan sarana produksi, akses permodalan dan akses program pembangunan pertanian lainnya" terang Arinal lagi. Sementara untuk menjamin ketersediaan benih dan pupuk, Gubernur akan mewujudkan Lampung sebagai kawasan sentra benih padi.

"Untuk menjamin ketersediaan benih dan pupuk bagi petani Lampung, saya bertekad untuk mewujudkan Lampung sebagai kawasan sentra benih padi nasional serta mendukung lnvestasi pupuk" tegas Gubernur.

Jadi Motivasi Masyarakat Petani & Nelayan

Sementara dalam sambutannya, Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto menyampaikan, melalui momentum ini akan menjadi motivasi dan pendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat petani dan nelayan dalam upaya meningkatkan kemandirian dan kewirausahaan tani dan nelayan di Kabupaten Lampung Selatan khususnya dan di Provinsi Lampung pada umumnya.

“Diharapkan momentum ini akan menjadi motivasi masyarakat petani dan nelayan dalam upaya meningkatkan kemandirian dan kewirausahaan tani dan nelayan di Kabupaten Lampung Selatan khususnya dan di Provinsi Lampung pada umumnya,” tutur Nanang.

Menurut Nanang, keberadaan KTNA Kabupaten Lampung Selatan selama ini telah banyak memberikan kontribusi dan peranan dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian dan pembanguan pertanian, perikanan dan kehutanan, serta beberapa kali menjadi objek study banding bagi KTNA dari beberapa daerah lain di luar Kabupaten Lampung Selatan.

“Kepengurusan KTNA Kabupaten Lampung Selatan selama ini telah dapat melakukan inovasi untuk meningkatkan aktivitas pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan dalam upaya menerapkan hasil inovasi teknologi pertanian, pemanfaatan jejaring informasi, pemasaran dan intensif berkomunikasi dengan penyuluh dan Kepala UPT lingkup pertanian, perikanan dan kehutanan,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun, Pemerintah Provinsi Lampung juga memberikan bantuan program/kegiatan dilingkup pertanian dan perikanan untuk 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung sebesar Rp.84.035.913.000 dan Lampung Selatan mendapat alokasi Rp. 4.842.896.000.(kmnfls).

DBFMinfo (Rajabasa) : Festival Kalianda 2019 yang berlangsung sejak 6 Juli lalu, hari ini, ditutup dengan Ecotourism, pariwisata berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam di Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Lampung Selatan Rini Ariarsih mengatakan, Kegiatan yang mengangkat tema “Ekowisata Lampung Selatan Aman” merupakan bagian dari kampanye untuk membangkitan kembali dunia pariwisata Lampung Selatan pasca dilanda bencana tsunami beberapa waktu lalu.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye untuk membangkitkan kembali pariwisata di Lampung Selatan pasca tsunami" Kata Rini Ariarsih, Minggu (14/72019).

Dikatakan Rini, Ecotourism kali meliputi aksi bersih pantai, penanaman pohon mangrove, penanaman terumbu karang, pembuatan monumen bawah laut, dan pembuatan gapura di Pulang Umang-umang Desa Tejang, Pulau Sebesi.

Ditempat yang sama Wakil Dekan III Fakultas Tehnik Unila bidang Kemahasiswaan dan Alumni Masdar Helmi, mewakili alumni Grand Scheme Australia mengatakan, pada moment tersebut, alumni Grand Scheme Australia Unila telah melakukan penanaman terumbu karang atau rumah ikan untuk pelestarian ikan laut di perairan sekitar Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa.

"Kedepan kami juga akan mengadakan workshop untuk masyarakat Pulau Sebesi dalam rangka meminimalisir dampak tsunami. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan untuk masyarakat ini dapat bermanfaat,” ujar Masdar Helmi.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Lampung Selatan Supriyanto menuturkan, pasca bencana tsunami pemerintah pusat dan pemerintah daerah telah berupaya mengembalikan keadaan pariwisata kembali normal, sehingga dapat memajukan perekonomian masyarakat.

“Pariwisata di Pulau Sebesi menyimpan potensi yang luar biasa, marilah kita jaga dan lestarikan lingkungan kita sehingga karunia Tuhan yang luar biasa ini dapat dinikmati oleh anak cucu kita,” kata Supriyanto.(kmnfls).

DBFMinfo (Jakarta) : Pertemuan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi (Kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (25/6/2019) dalam rangka rencana kerjasama dan pembahasan kesepakatan bersama dalam Penyediaan Pangan dari Provinsi Lampung untuk Provinsi DKI Jakarta.(Foto: humasprovlpg).

DBFMinfo – Berkunjung Ke Lampung? Ini dia destinasi wisata di Lampung yang wajib Anda kunjungi. Berada di daerah perbukiatan dan pantai, Lampung merupakan salah satu kota yang memberikan tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Lampung merupakan salah satu kota yang paling besar di provinsi Sumatera Selatan dan merupakan kota penghubung antara Sumatera dan Jawa sehingga tidak heran jika Lampung selalu ramai dengan berbagai suku yang ada di dalamnya dari Sumatera maupun jawa. Selain terkenal sebagai pintu gerbang sumatera yang menyajikan kehidupan ekonomi yang baik, Lampung juga memberikan tempat wisata yang indah dan menarik bahkan terkenal mendunia sehingga wajib untuk dikunjungi. Untuk lebih lengkapnya, berikut beberapa tempat wisata di Lampung yang paling terkenal bahkan sampai ke mancanegara.

   Daftar Tempat Wisata Di Lampung   

 1  Tanjung Setia

Tempat Wisata Lampung - Tanjung Setia

Pantai Tanjung setia sudah terkenal sejak lama sebagai tempat wisata di Lampung yang memberikan tempat surfing kelas dunia yang memukau. Pantai ini menjadi alternative bagi para pecinta selancar yang sudah bosan dengan pantai pelabuhan ratu di jawa Barat. Pantai ini memberikan ombak terbaik di dunia yang sangat menantang. Selain anda dapat menguji adrenalin anda dengan surfing, anda juga dapat menikmati panorama lainnya yang tidak kalah indah layaknya panorama pantai. Untuk mencapai tempat yang memukau ini, anda harus menempuhnya dengan jarak yang cukup jauh. Tempat ini berada sekitar 270 km dari Bandar Lampung yang membutuhkan waktu sekitar 6 jam untuk sampai di tempat ini. Akan tetapi, semua perjalanan tersebut akan terbayar dengan panorama pantai yang masih asri dan pengalaman surfing yang menegangkan dengan ombak yang menakjubkan.

 2  Taman Nasional Way Kambas

Tempat Wisata Lampung - Taman Nasional Way Kambas

Taman nasional way kambas merupakan objek wisata di lampung yang menjadi salah satu taman nasional yang paling tua di Indonesia. Taman nasional way kambas merupakan wisata cagar alam yang sudah terkenal dengan pelatihan serta perlindungan gajah sehingga tidak heran apabila gajah menjadi mascot bagi tempat wisata ini. Akan tetapi, selain konservasi terhadap habitat gajah, wisata cagar alam lampung ini juga melindungi berbagai hewan yang hampir punah lainnya seperti harimau sumatra serta badak sumatera. Untuk mencapai tempat ini anda hanya perlu melakukan perjalanan selama kurang lebih 2 jam dari kota Bandar Lampung. Selain anda dapat mengetahui bagaimana cara melindungi gajah dan hewan lainnya, di tempat ini anda akan dihibur dengan berbagai atraksi gajah seperti menari, bola gajah, dan lain sebagainya. Selain itu anda juga dapat mencoba untuk menunggang gajah berkeliling melewati hutan, rawa, padang alang-alang serta semak belukar.

 3  Wisata Gunung Krakatau

Tempat Wisata Lampung - Wisata Gunung Krakatau

Siapa yang belum pernah mendengar kata Gunung Krakatau. Bagi kalangan pecinta photography dan topografi mengunjungi gunung Krakatau menjadi hal yang wajib untuk dikunjungi. Di objek wisata ini anda akan dimanjakan dengan pemandangan yang menakjubkan yang memadukan antara panorama gunung dengan laut yang tidak akan anda temui di tempat lain. Gunung Krakatau merupakan salah satu tempat wisata di Lampung yang sudah mendunia dengan aktivitas gunung vulkanik yang masih aktif hingga saat ini. Di tempat ini anda akan diberikan dengan berbagai paket wisata Lampung berupa wisata laut yang eksotik serta berbagai wisata alam lainnya.

 4  Pantai Pasir Putih

Tempat Wisata Lampung - Pantai Pasir Putih

Pantai pasir putih merupakan salah satu objek wisata di lampung yang paling menarik untuk dikunjungi. Berada tidak jauh dari pusat kota, yakni sekitar 20 km dari Bandar lampung sehingga hanya memerlukan kurang lebih 20 menit saja pantai ini ramai dan banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestic maupun mancanegara. Selaras dengan namanya, pantai ini mempunyai pasir putih yang sangat menawan serta panorama laut serta kesejukan udara pepohonan yang menentramkan hati. Selain pantai pasir putih, anda juga dapat menjelajahi pulau Condong yang menawan karena berada tepat di depan pantai sehingga lengkap sudah trip wisata anda di kota Lampung. (AZWisata)

Upcoming Events

Advertisement